Kuliah Di 9 Negara Ini, Kamu Tidak Harus Punya Sertifikasi TOEFL atau IELTS

 

Study Abroad atau kuliah keluar negeri merupakan mimpi hampir setiap pelajar. Tetapi beberapa pelajar terpaksa menguburkan niatnya untuk kuliah keluar negeri karena tidak memiliki sertifikat bahasa seperti TOEFL atau IELTS. Memang, akan menjadi nilai tambah bagi yang memiliki sertifikasi kemampuan bahasa inggris jika ingin kuliah keluar negeri, karena dengan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang mumpuni akan membuat kalian lebih mudah dalam proses memahami perkuliahan. Tetapi jangan khawatir! Selalu ada jalan bagi orang yang mau berusaha.

Kabar gembiranya adalah tidak semua negara memberikan persyaratan adanya sertifikat TOEFL atau IELTS. Berikut 8 negara yang bisa menjadi pilihan bagi kamu yang tidak memiliki sertifikat TOEFL atau IELTS:

1. Jepang

Negara yang berada pada kawasan Asia Timur ini merupakan salah satu Negara yang paling maju. Tidak heran jika negara ini banyak diminati oleh pelajar dari berbagai dunia termasuk pelajar Indonesia. Dilansir dari laman QS World University Rangking bahwa beberapa universitas terkemuka di Jepang masuk dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik di dunia. Ada dua pilihan kelas yang bisa kamu pilih untuk kuliah di Jepang, yaitu kelas dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Jepang (tidak membutuhkan TOEFL atau IELTS) atau dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris (membutuhkan sertifikat TOEFL atau IELTS). Pemerintah dan universitas di Jepang juga menyediakan beasiswa bagi pelajar asing, seperti beasiswa MEXT, beasiswa INPEX Foundation, Mitsui Bussan dan beasiswa-beasiswa lainnya.

2. Jerman

Negara yang berada pada kawasan Eropa ini merupakan salah satu negara yang paling banyak diminati oleh pelajar dari dunia. Biaya studi di Jerman tergolong murah dan bahkan gratis, hal ini juga didukung oleh kualitas pendidikannya yang sangat baik. Terjangkaunya biaya pendidikan dikarenakan instansi pendidikan di Jerman rata rata dibiayai oleh Pemerintah setempat. Ada dua pilihan kelas yang bisa kamu pilih untuk kuliah di Jerman, yaitu kelas dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Jerman (tidak membutuhkan TOEFL atau IELTS) atau dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris (membutuhkan sertifikat TOEFL atau IELTS).

3. Korea Selatan

Siapa sih yang tidak mengenal Korea Selatan sekarang. Berkat industri musiknya yang berkembang pesat, Korea Selatan begitu populer dikalangan remaja. Eitssss, bukan hanya di industri musiknya yang unggul. Ternyata di sektor pendidikan, Korea Selatan juga terhitung maju loh. Di Negara K-Pop ini kamu tidak diharuskan jago berbahasa Inggris atau memiliki sertifikat TOEFL/IELTS, yang mereka butuhkan adalah sertifikat TOPIK. TOPIK adalah tes yang dipergunakan untuk mengukur seberapa besar tingkat pemahamanmu terhadap bahasa Korea. Jika kamu ingin mendaftar beasiswa, pastikan umur kamu tidak melebihi batas 25 tahun untuk pelamar S1 dan 40 tahun untuk pelamar S2/S3 serta nilai IPK minimal yang diminta adalah 3,00.

4. China 

Beberapa universitas ternama di China masuk dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik di dunia Versi QS. World University Ranking. Hal ini yang membuat banyak pelajar asing yang memantapkan hatinya untuk belajar di Negara Bambu ini. Untuk bisa menjadi mahasiswa di China, kamu cukup memiliki sertifikat HSK (Hanyu Shuiping Kaoshi) level 6 atau bisa juga mengambil kelas persiapan bahasa selama setahun yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi terkait. Tes HSK terdiri dari tes membaca, mendengarkan dan menulis. Di China tersedia banyak beasiswa untuk mahasiswa lokal maupun mahasiswa asing. Tertarik kuliah di China??

5. Perancis 

Perancis merupakan salah satu negara yang menjadi sasaran banyak pelajar asing untuk melanjutkan pendidikan. Untuk bisa kuliah di Perancis kamu perlu memiliki sertifikat DELF atau mengikuti persiapan bahasa selama setahun di instansi terkait, hal ini bertujuan untuk mengasah kemampuan kamu dalam berbahasa Perancis. Jadi ketika sudah masuk kelas perkuliahan, kamu tidak mengalami kesusahan untuk memahami pelajaran. Salah satu fakta menariknya adalah Bahasa Perancis termasuk 5 bahasa berpengaruh di dunia loh. Keren kan??.

6. Rusia 

Negara yang memiliki julukan Negeri Beruang Merah ini juga memberikan kesempatan besar bagi kalian yang kurang jago berbahasa Inggris atau tidak memiliki sertifikat TOEFL maupun IELTS. Sebab saat tahun perkuliahan dimulai kamu akan diberikan kelas persiapan bahasa Rusia selama setahun. Jadi jangan khawatir jika kamu belum bisa berbahasa Rusia karena kamu akan dibimbing dengan baik selama setahun. Pemerintah dan Universitas di Rusia juga menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa asing. Jadi kalian tidak perlu khawatir!!

7. Turki  

Beberapa tahun belakangan ini, Turki menjadi salah satu Negara Primadona bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi. Pasalnya negara yang terletak di antara Benua Asia dan Eropa ini memiliki biaya pendidikan serta biaya hidup yang bisa dikatakan terjangkau. Sebelum memasuki kelas perkuliahan, mahasiswa asing akan diberikan kelas persiapan bahasa Turki (TOMER) selama setahun. Beberapa universitas di Turki juga menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar perkuliahan. Tetapi bagi kalian yang tidak memiliki sertifikat TOEFL maupun IELTS bisa memilih bahasa Turki sebagai bahasa pengantar perkuliahan.

8. Malaysia

Letaknya yang sangat strategis sebagai negara tetangga serta beberapa universitas terkemukanya masuk dalam daftar 100 perguruan tinggi terbaik versi QS. World University Ranking yang menjadikannya banyak dipilih oleh pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi. Saat kamu ingin berkuliah di Malaysia, syarat pendaftarannya pun tidak begitu sulit. Kamu juga tidak diharuskan memiliki sertifikat TOEFL maupun IELTS. Cukup kamu memiliki nilai yang bagus serta kemampuan bahasa Malaysia yang baik. Tetapi jika kamu ingin kuliah dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar kamu bisa mengikuti kelas persiapan bahasa selama satu semester atau setahun.

9. Polandia 

Negara tetangga Jerman ini bisa menjadi salah satu rekomendasi bagi kamu yang ingin kuliah keluar negeri tetapi tidak memiliki sertitifkat bahasa Inggris. Sebelum perkuliahan dimulai mahasiswa terlebih dahulu mengikuti kelas persiapan bahasa Polandia selama satu semester atau setahun. Ada dua pilihan kelas yang bisa kamu pilih untuk kuliah di Polandia, yaitu kelas dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Polandia (tidak membutuhkan TOEFL atau IELTS) atau dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris (membutuhkan sertifikat TOEFL atau IELTS). Pemerintah dan universitas di Polandia juga menyediakan beasiswa bagi pelajar asing. 


(Source pict: Canva)
Ditulis oleh:


Yadi Rahmat 
(Founder Padaidi Go Abroad)

0 Comments