Hari terakhir International Expo Education, Kamis 01 Oktober 2020. Acara ini dalam rangka memperingati 1 tahun berdirinya Padaidi Go Abroad (PGA). Expo ini menggunakan platform online Google Meet dan dimeriahkan oleh 22 media partner, 15 pembicara dari 5 benua. Dimulai dari jam 13.00 WIB s/d 22.00 WIB. Berikut ringkasan singkat dari expo di hari terakhir:
1. Naeli Fitria Akhmad
Beliau adalah salah satu scholar Chevening, yang telah menyelesaikan jenjang kuliah S2 di University of Birmingham di United Kingdom. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Firda Budi Nugrahani. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa belajar di UK memfokuskan pada indikator pencapaian mahasiswanya bukan pada seberapa tinggi nilai yang diperoleh. Oleh sebab itu, pendidikan tinggi di UK menjadi yang paling bagus di Eropa. Penerimaan beasiswa di UK juga sangat ketat, jadi jangan buat alasan memilih universitas di UK yang menyebutkan hal mainstream seperti negara maju, sistem transportasi baik, dapat bertemu dengan Ratu Elizabeth beserta Royal Family, makanan yang beraneka ragam, mengunjungi tempat travel, dan hubungan politik.
Hal tersebut harus diketahui namun tidak perlu disebutkan karena tujuan mendapatkan beasiswa adalah untuk menempuh kuliah yang mampu menjadikan kita sebagai agent of change bagi negara sendiri. Pada akhirnya, belajar ke luar negeri adalah untuk menempuh studi lebih lanjut dan terinci agar mendapat ilmu lebih banyak pada bidang yang ditekuni untuk diaplikasikan pada negara Indonesia sehingga hal tersebut menjadi aspek kuat yang membawa kita pada penerimaan beasiswa di UK. Beasiswa yang ditawarkan adalah Chevening. Beasiswa Chevening dapat diakses melalui www.chevening.org.
2. Ahmad Ardillah Rahman
Beliau adalah awardee LPDP, yang telah menyelesaikan kuliah S2 di Monash University. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Nurlathifah Thulfitrah B. Poin yang bisa dibagikan yaitu "there is no free lunch!" Jadi, daftar dulu. Ikhtiar kemudian :'). Kalimat-kalimat yang diutarakan pemateri memberikan semangat bagi para Scholarship Hunter untuk senantiasa berusaha dan mencoba setiap kesempatan.
3. Ade Sulmi Indrajat
Beliau adalah peraih beasiswa Community College Initiative (CCI), jurusan media dan public relations, NOVA, di Amerika Serikat. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Indah Sugeng Nur Sholehah. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa Program CCI adalah program beasiswa di amarika yang berdurasi 1 tahun, dengan skor TOEFL minimal 450 dan membuat essay yang fokus pada satu hal yang ada di masyakarat. Beasiswa ini kebanyakan digunakan oleh orang-orang yang sudah berprofesi, guna menambah kredebilitas si penerima beasiswa.
4. Evi Anggraeni HR
Beliau adalah penerima beasiswa ASEAN dan Non-ASEAN Country Scholarship, dan sedang menempuh jenjang kuliah di Universitas Chulalongkorn, Thailand. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Valentin Vina Amalia. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau memberikan informasi tentang ASEAN Scholarship in Chulalongkorn University dan menceritakan bagaimana cara belajar di negara Thailand.
5. Michelle Andrea
Beliau adalah penerima beasiswa Chinese Goverment Scholarship (CGS) 2019. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Fitria Wulandari. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa CGS adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah rakyat Tiongkok bagi bukan Warga Negara China dan khususnya untuk Warga Negara Indonesia. Beasiswa ini diberikan kepada Mahasiswa S1, S2 dan S3. Beasiwa ini dibagi menjadi beberapa tipe yaitu:
1. Full, semua biaya di cover. Bisa mendaftar lewat embassy atau Dikti.
2. Partial, beasiswa ini biasanya hanya mencover biaya kuliah persemester saja, tergantung kebijakan universitas. Pendaftaran melalui universitas langsung.
Poin penting dalam mendaftar beasiswa ini adalah esai, pemateri juga memberikan tips dan trik dalam membuat esai/motivation letter yang baik. Selama perkuliahan setiap penerima beasiswa S1 diwajibkan mengambil bahasa pengantar Mandarin, untuk S2/S3 bisa memilih apakah akan mengambil Bahasa Mandarin atau Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar selama perkuliahan.
IEE 2020 di hari terakhir sangat mendapatkan respon positif dari peserta. Terimakasih kepada para peserta yang mendukung kegiatan ini, beberapa feedback positif yang didapat dari form, beberapa diantaranya, "Sangat bagus program Padaidi Go Abroad baru ada loh satu-satunya di Indonesia yang bisa webinar 3 hari dengan waktu yang fleksibel dari siang sampe malem. Saya bangga jadi bagian dari peserta Webinar PGA selama 3 hari berturut-turut. Semoga di ulang tahun yang pertama ini padaidi makin sukses agendanya baik agenda tahunan,bulanan,mingguan hingga harian. Selamat hari milad Padaidi Go Abroadπππ!!", "Tetap semangat yah TIM PGA, semoga semakin sukses ke depannya... Aamiin" ujar beberapa peserta.
Kami haturkan apresiasi kepada semua media partner, moderator, pemateri dan peserta yang menyukseskan expo di tahun ini, sampai jumpa di International Expo Education 2021. π
0 Comments