International Expo Education 2020 (Sesi 2)

 

Rabu 30 September 2020 merupakan hari kedua pelaksanaan Yearly Project Padaidi Go Abroad (PGA) yang diberi nama 'International Expo Education (IEE) 2020'. Acara ini dalam rangka memperingati 1 tahun berdirinya PGA dari tanggal 01 oktober 2019. Expo ini menggunakan platform online Google Meet dan dimeriahkan oleh 22 media partner, 15 pembicara dari 5 benua. Dimulai dari jam 13.00 WIB s/d 22.00 WIB. Berikut beberapa ringkasan singkat dari expo di hari kedua:

1. Doni Dermawan

Beliau adalah salah satu awardee Ignancy Lukasiewicz Scholarship (ILS), yang sedang menempuh jenjang kuliah S2 di Polandia. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Kafhaya Nuzulanisa. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa ILS adalah beasiswa dari menteri luar negeri Republik Polandia dan Mentri ilmu pengetahuan dan pendidikan republik Polandia. Beasiswa yang ditawarkan merupakan bagian dari program yang mencakup studi 2 gelar gratis yang dilakukan dlm bahasa polandia (didahului dengan persiapan bahasa Polandia selama setahun untuk mengambil studi di Polandia).

"Tawaran beasiswa Polandia ditujukan kepada negara-negara berkembang, seperti Indonesia, Angola, Ethiopia, Konya, Kolombia, Mexico, Myanmar, Mongolia, Nigeria, Mozambik, Vietnam, Senegal, Tanzania, Afrika Selatan, Palestina" ujarnya.

2. Muh. Fardan

Beliau adalah awardee StuNed yang sedang menempuh jenjang kuliah S2 di jurusan Development Studies, International Institute of Social Studies (ISS), Belanda. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Aulia Kurnia Hakim. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan mengenai serba-serbi kuliah di Belanda dan beasiswa STUNED. Beliau berbagi perjuangannya meraih beasiswa tersebut dan tantangan berangkat ke Amsterdam di tengah pandemi

3. Anisha Anuar

Beliau adalah mahasiswa yang sedang menempuh jenjang kuliah S1 di jurusan Qur'an Sunah, International Islamic University Malaysia. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Nurlathifah Thulfitrah B. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa melanjutkan sekolah ke luar negeri dengan gratis, why not? Ada ratusan dan bahkan ribuan lembaga pemberi beasiswa. Salah satunya adalah LPDP (beasiswa bergengsi dari Indonesia) dan MIS (Malaysian International Scholarship).

4. Melissa Aurellia

Beliau adalah mahasiswa yang sedang menyelesaikan kuliah S1 di Nanyang Technological University, Singapura. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Rizky Umi Nasihatus Sholihah. Pemateri mengajak travelling virtual NTU dengan menunjukkan fasilitas, budaya, dan kondisi pembelajaran disana, membahas hal-hal yang harus dipersiapkan, persyaratan pendaftaran, dan beberapa beasiswa yang bisa diapply.

5. Feffiana M. Amin

Beliau adalah awardee Rotary Yoneyama Foundation yang sedang menempuh jenjang kuliah S3 jurusan Microbial Engineering di Toyama Prefectural University, Jepang. Pada International Expo 2020 ini, beliau dimoderatori oleh Zsa Zsa Indah Fadhila. Beberapa poin yang bisa dibagikan yaitu beliau menyampaikan bahwa Jepang lebih banyak peluangnya terhadap jurusan Science. Salah satunya disebabkan oleh persyaratan Bahasa Jepang, yang mana mahasiswa dari jurusan Social lebih dituntut untuk memiliki nilai Bahasa Jepang yang standarnya agak lebih tinggi. Mengenai beasiswa, kampus negeri di Jepang biasanya selalu menawarkan kuota beasiswa kepada mahasiswanya, jadi tidak perlu khawatir mengenai beasiswa, cukup perlu menguasai Bahasa Jepang, maka masalah finansial bisa teratasi.

Sama halnya dengan IEE 2020 di hari pertama, expo pada hari kedua ini sangat mendapatkan respon positif dari peserta, dibuktikan dengan sesi QnA di sesi terakhir pada pemateri Jepang. "Selebihnya sih sangat baguss dan kami senang bisa mendengar materi kakak kakak yang inspiring banget🤩 terima kasih kak udah adain acara sekeren ini🙌🙏" ujar peserta di hari kedua. 

0 Comments