Keinginan saya untuk melanjutkan S2 sudah ada sejak awal, apalagi semenjak mengikuti program International Comparative Study di Malaysia tepatnya di International Islamic University of Malaysia dan Universitas Kebangsaan Malaysia. Melalui program tersebut saya lebih semangat untuk melanjutkan studi di luar negeri atau study abroad. Saya percaya bahwa apa yang kita pikirkan akan berpengaruh terhadap perbuatan kita. 

Ada banyak orang yang berpikir akan melanjutkan pendidikan di luar negeri baik itu S1, S2 bahkan S3 tapi kemudian mengurungkan niatnya hanya karena permasalahan ekonomi. Hal ini tentu bukanlah keputusan yang bijak, karena ketika kita membuka mata lebar-lebar, ternyata ada banyak sekali beasiswa yang tersedia. Baik itu beasiswa dalam negeri ataupun beasiswa luar negeri.

Kali ini saya akan berbagi sedikit pengalaman yang semoga dengan ini teman-teman bisa memetik manfaat. Saya ingin sampaikan bahwa mendapatkan beasiswa juga nggak gampang, tapi ada triknya. 

    1. Knowing Yourself, kenali diri sendiri baik itu Passion maupun Skill yg dimiliki.
    2. Cari informasi dan buat Study plan, hal ini akan memudahkan kalian dalam menyusun outline perjalanan serta gambaran study apa yang akan kalian tempuh dan rencanakan nantinya, kemudian jangan lupa mempersiapkan persyaratan administrasi untuk pendaftaran beasiswanya.
    3. Eksekusi, ada banyak sekali para Scholarship Hunters yang hanya ingin study abroad, tapi malu dan tidak mau action !!

Pertama, kenali diri sendiri baik itu passion maupun skill yang kalian miliki. Jika kalian sudah mengenali apa passion kalian, skill kalian apa saja, maka ke tahap berikutnya tentu akan lebih mudah. Kalau belum tahu, luangkan waktu dan segera berusaha cari tahu. Perlu ditanamkan dalam diri kita bahwa beasiswa hanya akan didapatkan oleh orang yang mau berusaha. Sedikit ataupun banyaknya, harus ada hal yang dikorbankan. Mulai dari waktu, tenaga bahkan uang/materi. Jadi mulailah dari sekarang !! Dari kalian membaca artikel ini, guna memperjuangkan mimpi kalian.

Kedua, carilah informasi sebanyak-banyaknya dan segera buat Study Plan. Ada dua kategori beasiswa, yaitu beasiswa dalam negeri dan beasiswa luar negeri. Kalian tinggal memilih yang sesuai dengan Study Plan kalian. Tentu tahap kedua ini bisa kalian lalui jika kalian telah melewati tahap pertama tadi. Kalian akan kewalahan atau mungkin bahkan kebingungan pada tahap ini jika ternyata kalian belum mengenal betul diri kalian. Mulai dari passion, skill, apa saja yang kalian suka dan tidak suka. Hal ini akan berpengaruh terhadap Study Plan dan pilihan kalian terkait beasiswa dalam negeri atau beasiswa luar negeri tersebut.

Ketiga, yang terakhir adalah waktunya action. Poin ini yang paling menentukan. Walaupun teknis dan teori sudah kalian dapatkan pada tahap satu dan dua, tapi bukankah semua teori itu akan sia-sia tanpa tindakan..? Tidak sedikit orang yang sudah tau teorinya, tips dan triknya, tapi malah mundur di tahap ini. Salah satu penyebabnya ialah kurangnya kepercayaan diri atas kemampuan yang dimiliki. Bukankah tidak ada orang yang lebih mengenal diri kalian selain diri kalian sendiri..? Dan bukankah sebagai manusia harus selalu berusaha yang terbaik..? jika belum berani mencoba, maka usahanya tentu belum dikatakan maksimal. Bahkan saat gagal pun, harus bangkit lagi. Begitulah seharusnya mental para Scholarship Hunters.

Sebagai manusia tentu hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Hasil akhirnya serahkan kepada Sang Pencipta. Mintalah kepada-Nya apa pun yang kita inginkan, karena Tuhan tidak pernah sedetik pun tertidur. Artinya, setiap doa akan selalu didengar oleh-Nya. Akan datang suatu masa, dimana doa-doa kalian akan terwujud satu per satu, bahkan di saat kalian telah lupa pernah memintanya. Mari berusaha memantaskan diri karena mimpi hanya akan terwujud pada orang yang pantas menerimanya dan maksimal usahanya. Jika saat ini skor TOEFL kalian masih dibawa standar, belajarlah lebih giat lagi. 

Setiap orang pasti akan mengalami kegagalan bukan..? Bahkan saya tidak pernah mendengar orang sukses berkata “saya tidak pernah gagal”. Semua cerita sukses mereka dihiasi beribu kegagalan. Kita hanya perlu bangkit dari setiap kegagalan, Itu saja.

(Source pict: Canva)
Ditulis oleh:


Yadi Rahmat 
(Founder Padaidi Go Abroad)